Google+ Badge

Sabtu, 27 April 2013

Impian, Rumah Masa Depan Ku.


 
            Rumah adalah suatu tempat dimana seseorang atau sekelompok orang yang disebut keluarga tinggal. Rumah memiliki fungsi yang amat bayak diantaranya, tempat belindung dari teriknya matahari, dari hujan, tempat beristirahat, tempat bercengkrama dan yang terpenting adalah tempat berkumpulnya keluarga. Tak heran semua orang termasuk aku menginginkan sebuah rumah yang idaman.            Rumah idaman identik dengan rumah yang sehat, rumah yang sehat adalah rumah yang bersih dan nyaman.            Siang hari sepulang aku dari sekolah, aku berjalan menuju rumahku lalu tiba-tiba aku terdiam di hadapan rumahku dan  aku melihat sekitar rumah ku yang sederhana, melihat rumah tanpa halaman, sesak karena rumah yang terlalu berhimpitan dengan rumah tetangga, dingding yang masih belum di cat, jendela yang seadanya dan penerangan pun seadanya. Aku berjalan menuju depan pintuku dan mengucapkan “Assalamualaikum...” , dan terdengar dari dalam rumah suara yang lembut “ Waalaikum salam” ucap dari bibir ibuku, aku tersenyum melihat ibuku. Dengan sapa yang lembut  dari ibuku aku merasa hati ku tenang. Setelah itu aku pergi ke kamar dan berbaring merentahkan kedua tangan dan melihat ke langit-langit rumah ku, terlihat langit- langit yang bolong yang terlihat hanyalah atap rumah ku yang terbuat dari asbes.            Terlintas dari pikiranku, ku berjalan di sebuah jalan yang terhampar rumput yang hijau, pohon yang rindang dihiasi buah yang berwarna sungguh rasa ingin memetiknya, dan memakannya. Lalu ku dengar suara- suara merdu dari burung-burung. Tak terasa ku sampai di sebuah rumah yang indah yang berwarna- warni, dengan halaman yang luas dan tertata bunga-bunga yang berwarna merah, putih dan ungu sungguh mempesona diriku. Ku ketuk pintu rumah tersebut dan pintu tersebut terbuka dan tak menyangka yang membukakan pintu adalah ibu ku dengan tersenyum aku pun tersenyum melihatnya segera ku cium tangannya dan mengucapkan assalamualaikum sebari ku lihat wajah nya. Ku lihat sekitar rumah itu penuh perabot rumah yang indah dan aku berkata mah:  “ rumah siapa ini, begitu indah ku lihat ?” ibuku hanya tersenyum dan menjawab “ini rumah kita nak”  wah aku senang mendengarnya rasa tak percaya menyelimutiku. Ku berjalan pelan melihat-lihat rumah itu, terlihat perabot yang tertata dengan baik, pajangan-pajangan yang indah dan keramik yang seperti di tata membentuk suatu pola. Ku buka pintu belakang rumah telihat ada kebun yang indah, ku berjalan menapaki tangga menuju kebun, terlihat ada pohon cabe merah, cabe rawit, pohon jeruk, pohon tomat, pohon mangga dan lain-lain terlihat juga kelinci yang berlalulalang di hadapanku. Rasanya ku ingin teriak “ aku bahagiiiiiia”. Tiba- tiba ku lihat sebuah pintu tua, yang terbuat dari kayu aku membuka pintu itu dengan penuh rasa ingin tau aku melangkahkan kaki ku pelan melewati pintu itu  tapi terdengar suara “ kreeek” dari kakiku wah apa ini ku tak bisa melihat karna kabut yang menutupi tubuhku ternyata yang aku injak adalah keong kecil, aku kaget dan akhirnya aku bangun membuka kedua mata dengan termenung aku berfikir teryata semua adalah mimpi, mimpi yang aku inginkan sebuah rumah idaman hatiku yang indah nyaman serta penuh warna.            Tak lama dari itu aku berdiri dan terdengar suara ibu ku yang memanggil “ naaa”. Aku berlari dari dalam kamar ku dan menghampiri ibu ku dan memeluknya dan dalam hati ku ku berkata “ aku berjanji apa yang aku impikan tak sampai hanya menjadi  sebuah mimpi, mimpi yang aku impikan akan menjadi sebuah kenyataan yang indah yang kelak aku akan menjadi penghuni rumah itu”, biarlah sekarang lingkunganku tak senyaman lingkungan rumah yang aku impikan tapi dengan tekad yang kuat ku akan mengwujudkan semua impian. Dengan rumah yang sederhana ini kan ku bangun impian-impian untuk mengwujudkan semua impian hidupku.            Maka dari itu bermimpilah sebanyak mungkin untuk memberikan motivasi hidup menjadi hidup yang lebih baik lagi dan bermimpilah sebelum mimpi itu di larang. Hehehe J


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar