aku yang saat itu sedang duduk di tempat kost,n, ramai-ramai suara di mana-mana, dari bawah suara angkot di belakang suara ibu-ibu yang sedang bergosip ria dan di sekitar ku teman teman yang sedang bergosip yah namanya perempuan yang sedang berkumpul pastinya bergosip, hahaha...aneh.. tapi nyata dan inilah perempuan, fakta yang tak bisa di elakkan dari kodrat seorang wanita yang lebih suka berbicara. perempuan itu bisa berbicara sampai berjam-jam tentang cerita kehidupannya, entah itu bercerita tentang kuliah umum, cerita populer yang sering di beritakan orang dan hingga masalah pribadi tentang laki-laki dan yang terpenting perempuan itu sering baget bercerita tentang bagaimana bila kita menikah? masalah jodoh dll...
wahhhh...... ribetttt....
termasuk kita... yang sedang berkumpul di kostan mami dian (sebutan yang ngekost). disini banyak karakter temen-temen yang kadang nyebelin, kadang nyenengin, kadang ngebete.n dan kadang care banget... wahhhh lengkap deh...
" hmpp mana kaos kaki dimana-mananya" sabar... belum saatnya di ungkap. kita perkenalan dahulu... heeheh biar axis gitu...
ini adalah sekumpulan orang yang membuat perubahan pada satu orang lainnyaa dan saling mempengaruhii..
back to cerita..
di saat kami tiba di kostan, yaah seperti biasa dengan muka penuh capek karena teriknya mataharii yang semuanya menjadi merah wajahnya terbayang sudah ingin rasa langsung tidur di kostannya,,, dengan beragam cerita yang kami tlakh kupas akhinya kami sampai di tempat,,, brug-brug-brug kami sampai... asaalamuaalaaikum...
dengan tas yang di lempar ke tempat tidur, kami langsung cari posisi yang enak untuk duduk,, yahh berhubung tempatnya kecil... tapi kami nyaman di sana bukktinya ini menjadi markas terbesar kami.. " karna ga ada tempat laagi.. hahaha soriii mami...
akhirnya aku yang selalu sleboran bila nyimpen barang dan pelupa pula,, aku duduk dan lagsung membuka kaos kaki dan melemparnya ntah kemana larinya kaos kakii,, biarlah ntr juga ktmu.. " fikirku.. haha
mereka yang saat itu sedang membicarakan tentang komik "narutooo" yang entah kapan selesainya itu komik yang sudah beratus-ratus tak kunjung selesai masih saja di bahasnya sampai-sampai kami punya julukaan karena kami sering membicarakan komik itu yaitu pengemarrr ithacii datanggggggggg..... "panggil;an kkny si mamii".
dan bila orang ini yanng sedang ngomong, isti ari dan ina.. wah sudahhhh yang dua terlupakan dan mereka tak ada kesempatan untuk berbicra.. hahaha kasian mereka,, abis kami terlalu asik dengan dunia kami..
hmp,, tiba-tiba seseorang bebicara, ini punya siapanya kok ada di sini?,,, emang apaan s rii,,,, ini yang baunya semiliwir yang datang dan pergii,,,
appa itu kaos kakii, kaos kaki siapa,,, biasaaaa kata zera siapa lagi kolo bukan lagi si inooooonkkkkkkkk..
heheheheh aku hanya tersenyum,,, sorri kawan ,,, hanya itu yang bisa ku jawab,, abis udah jadi kebiasaan si.. hehehe
itulah kaos kaki yang selalu dimana-mana dan mengancam semua penghuni kostan,,,,
Selasa, 14 Mei 2013
Rabu, 01 Mei 2013
IMPIAN TERTUNDA dan Dia Inspirasiku
Hari itu ketika aku sedang temenung duduk di angkot perjalan ke kampus. Aku melihat seorang sosok seorang ibu yang menyapu jalan dengan terengah-engah dan becucuran keringat, wah kebetulan sekali hari itu hari kartini, tapi walaupun hari kartini itu awal dari emansipasi wanita tapi, aku melihatnya merasa iba. Kenapa gadis tua itu masih saja bekerja dengan susah payah, dalam hati ku berkata kemana anaknya? Kemana suaminya?. Wah semakin rumit pikiranku bertanya-tanya. Sudahlah itu kan masalah ibu itu dalam hatiku berbicara, tapi pikiranku tetap saja bertanya-tanya.
Karena
itu aku teringat akan sosok ibuku yang aku sangat sanyangi, dia pengimpirasi
hidupku dan dia penyemangat hidupku. Ibu ku dulu sewaktu aku kecil yah
kira-kira umur ku 2 tahun dia hidup seorang diri karena ayah ku yang selingkuh,
aku bisa merasa kan sakit hati yang di derita ibuku, dia berusaha kerja keras
untuk menghidupiku. Yaa walaupun berselang tak lama dari itu ibu ku nikah lagi
yang sekarang menjadi ayah tiri ku. Dia ayah yang baik tapi awalnya aku tak
merasa kan itu karna dia dulu mungkin sangat membenci ku,, ya aku maklumkan
saja karna mungkin aku anak tirinya.. wajar lah namanya juga anak tiri yang
awalnya sedikiit di benci dan udah gede dia akhirnya mau menerimanya. hehhe ..
Hidup
ibu ku semakin susah setelah ayah tiriku di PHK dari pekerjaanya, dan akhirnya
ibuku berjualan di jalan dengan gerobak yahh kyak gerobak pemulung, dia selalu
membawa barang dagangannya dan aku di dalamnya sungguh aku malu sekali pada
saat itu yah karna teman-teman ku yang aku lihat tak seperti aku mereka bemain
dan aku tidak. Selain itu aku pun sering di ejek oleh orang-orang di sekitar
ku, tapi gimana dengan ibu ku pasti dia melebihi perassanku pada saat itu...
Bila
ku ingat hal itu pastinya mata ku selalu berkaca-kaca ngin rasanya menumpahkan
air mata ku, tapi aku kan di dalam angkutan umum masa aku menagis bisa-bisa
orang berkata yang aneh-aneh lagi. “ pasti di pikiran mereka baru diputusin
pacar kali atau rada setres”haha... hahaha dasar.. sudah lah dengan pengalaman
itu kuselalu tekadkan hidupku untuk
selalu dapat melihatnya tersenyum dan membahagiakannya.. dengan tekad itu insya
ALLAH dengan RidhoNYA serta niat yang baik ku akan menjadi anak yang sukses dan
ku tak kan pernah lagi masuk dalam kehidupan itu lagi... amienn
Cattatan:
seburuk-buruknya kehidupan mu masa lalu ataupun sekarang tetaplah syukuri agar
kau dapat memaknai hidup J.
Tetap bersemangat pasti DIA selalu ada dalam suka dan duka mu.. amien
Amazing: Puisi "Impianku"
Amazing: Puisi "Impianku": di keheningan malam ku terbayang akan sosok mu sosok yang ada di setiap mimpiku mimpi di setiap hari ku tak akan pernah ada ber...
Minggu, 28 April 2013
Puisi "Impianku"
di keheningan malam
ku terbayang akan sosok mu
sosok yang ada di setiap mimpiku
mimpi di setiap hari ku
tak akan pernah ada berkas cahaya untuk ku
karna kou hanyalah sebuah mimpi
hanya sekedar menutup mata untuk bersamanya
walau hanya sedetik saja
ku tetap tesenyum
karna bagiku kau lah pangeran hidup ku
pageran mimpiku
dan pangeran impianku
karya : Ina Indiarti
Sabtu, 27 April 2013
Impian, Rumah Masa Depan Ku.
Rumah adalah suatu tempat dimana
seseorang atau sekelompok orang yang disebut keluarga tinggal. Rumah memiliki
fungsi yang amat bayak diantaranya, tempat belindung dari teriknya matahari, dari
hujan, tempat beristirahat, tempat bercengkrama dan yang terpenting adalah
tempat berkumpulnya keluarga. Tak heran semua orang termasuk aku menginginkan
sebuah rumah yang idaman. Rumah idaman identik dengan rumah
yang sehat, rumah yang sehat adalah rumah yang bersih dan nyaman. Siang hari sepulang aku dari
sekolah, aku berjalan menuju rumahku lalu tiba-tiba aku terdiam di hadapan
rumahku dan aku melihat sekitar rumah ku
yang sederhana, melihat rumah tanpa halaman, sesak karena rumah yang terlalu
berhimpitan dengan rumah tetangga, dingding yang masih belum di cat, jendela
yang seadanya dan penerangan pun seadanya. Aku berjalan menuju depan pintuku
dan mengucapkan “Assalamualaikum...” , dan terdengar dari dalam rumah suara
yang lembut “ Waalaikum salam” ucap dari bibir ibuku, aku tersenyum melihat
ibuku. Dengan sapa yang lembut dari
ibuku aku merasa hati ku tenang. Setelah itu aku pergi ke kamar dan berbaring
merentahkan kedua tangan dan melihat ke langit-langit rumah ku, terlihat
langit- langit yang bolong yang terlihat hanyalah atap rumah ku yang terbuat dari
asbes. Terlintas dari pikiranku, ku
berjalan di sebuah jalan yang terhampar rumput yang hijau, pohon yang rindang
dihiasi buah yang berwarna sungguh rasa ingin memetiknya, dan memakannya. Lalu
ku dengar suara- suara merdu dari burung-burung. Tak terasa ku sampai di sebuah
rumah yang indah yang berwarna- warni, dengan halaman yang luas dan tertata
bunga-bunga yang berwarna merah, putih dan ungu sungguh mempesona diriku. Ku
ketuk pintu rumah tersebut dan pintu tersebut terbuka dan tak menyangka yang
membukakan pintu adalah ibu ku dengan tersenyum aku pun tersenyum melihatnya
segera ku cium tangannya dan mengucapkan assalamualaikum sebari ku lihat wajah
nya. Ku lihat sekitar rumah itu penuh perabot rumah yang indah dan aku berkata
mah: “ rumah siapa ini, begitu indah ku
lihat ?” ibuku hanya tersenyum dan menjawab “ini rumah kita nak” wah aku senang mendengarnya rasa tak percaya
menyelimutiku. Ku berjalan pelan melihat-lihat rumah itu, terlihat perabot yang
tertata dengan baik, pajangan-pajangan yang indah dan keramik yang seperti di
tata membentuk suatu pola. Ku buka pintu belakang rumah telihat ada kebun yang
indah, ku berjalan menapaki tangga menuju kebun, terlihat ada pohon cabe merah,
cabe rawit, pohon jeruk, pohon tomat, pohon mangga dan lain-lain terlihat juga
kelinci yang berlalulalang di hadapanku. Rasanya ku ingin teriak “ aku
bahagiiiiiia”. Tiba- tiba ku lihat sebuah pintu tua, yang terbuat dari kayu aku
membuka pintu itu dengan penuh rasa ingin tau aku melangkahkan kaki ku pelan
melewati pintu itu tapi terdengar suara
“ kreeek” dari kakiku wah apa ini ku tak bisa melihat karna kabut yang menutupi
tubuhku ternyata yang aku injak adalah keong kecil, aku kaget dan akhirnya aku
bangun membuka kedua mata dengan termenung aku berfikir teryata semua adalah
mimpi, mimpi yang aku inginkan sebuah rumah idaman hatiku yang indah nyaman
serta penuh warna. Tak lama dari itu aku berdiri dan
terdengar suara ibu ku yang memanggil “ naaa”. Aku berlari dari dalam kamar ku
dan menghampiri ibu ku dan memeluknya dan dalam hati ku ku berkata “ aku
berjanji apa yang aku impikan tak sampai hanya menjadi sebuah mimpi, mimpi yang aku impikan akan
menjadi sebuah kenyataan yang indah yang kelak aku akan menjadi penghuni rumah
itu”, biarlah sekarang lingkunganku tak senyaman lingkungan rumah yang aku
impikan tapi dengan tekad yang kuat ku akan mengwujudkan semua impian. Dengan
rumah yang sederhana ini kan ku bangun impian-impian untuk mengwujudkan semua
impian hidupku. Maka dari itu bermimpilah sebanyak mungkin untuk memberikan
motivasi hidup menjadi hidup yang lebih baik lagi dan bermimpilah sebelum mimpi
itu di larang. Hehehe J.
POTRET ANAK INDONESIA
Jalanan,
mendengar kata itu pasti benak kita semua adalah tempat semua orang yang
berlalu lalang untuk/ menuju / melaksanakan aktivitas. Tak terkecuali anak
kecil, yang telihat duduk di depan pintu angkot (angkuatan umum), dengan menggoyangkan
botol kecil yang berisi beras dengan nyayian yang tak karu-karun.
Ironis,
kenyataan pahit harus di jalani oleh sebagian anak-anak indonesia yang di
tengah teriknya matahari mereka mengais rezeki yang tak senilai dengan taruhan
nyawa mereka. Yang seharusnya mereka tertawa, bermain dan bersekolah. Ku berfikir salah siapa semua ini?, Orang tua?,
Ekonomi keluarga?, Apa pemerintah? Semua itu pasti akan saling berkaitan dan
sampai sekarang belum ada solusi yang terbaik untuk memecahkan masalah tsb
Banyak
orang tua yang ekspolitasi anaknya untuk bekerja demi tercapainya kebutuhan
hidup, dimanakah hati nurani mereka dan hati nurani kita melihat anak yang
bersusah payah mengucurkan keringat dengan mengamen? Mereka yang tetap
tersenyum dan senang hati menggoyangkan botol tanpa tau bahaya yang mengancam?
Kenapa harus mereka yang menderita? Bukankah suatu negara berkewajiban untuk
menjaga anak-anak dari suatu bentuk eksploitasi? Dan Bukankah anak-anak
indonesia adalah penerus bangsa? Bagaimana mungkin menjadi penerus bangsa yang
baik dan berkarakter bila anak tak memiliki bekal ilmu? Apakah harus anak yang
kaya saja yang pantas untuk menjadi penerus bangsa? Bukankah jelas bahwa tujuan
bangsa indonesia adalah “mencerdaskan kehidupan bangsa” , memang hal yang sulit
untuk merealisasikan tujuan tersebut. tapi ini adalah tantangan yang harus kita
menangkan.
Penegak
hukum yang seharusnya menegakkan suatu kebenaran, kenapa harus menutup muka
melihat anak yang bekerja di jalan menantang maut. dimana sosok penegak hukum
sebenarnya mereka bekerja bukan hanya menertibkan jalanan saja dan menyetop
pelanggar kendaraan bermotor saja tapi harus menegakkan kebenaran akan hak-hak
seorang anak untuk berada di dunianya bukan dalam dunia jalanan.
Bagaimana
untuk membuka mata semua orang supaya peduli akan anak? Dan bagaimana membuka
mata dan menyadarkan aparat dan pemerintah bahwa di luar sana banyak anak yang
tak memperoleh hak-hak nya serta berikan solusi yang terbaik untuk para anak
yang tereksploitasi secara nyata bukan hanya sebatas tulisan dan ujaran tapi
harus dengan bukti.
Langganan:
Postingan (Atom)