Hari itu ketika aku sedang temenung duduk di angkot perjalan ke kampus. Aku melihat seorang sosok seorang ibu yang menyapu jalan dengan terengah-engah dan becucuran keringat, wah kebetulan sekali hari itu hari kartini, tapi walaupun hari kartini itu awal dari emansipasi wanita tapi, aku melihatnya merasa iba. Kenapa gadis tua itu masih saja bekerja dengan susah payah, dalam hati ku berkata kemana anaknya? Kemana suaminya?. Wah semakin rumit pikiranku bertanya-tanya. Sudahlah itu kan masalah ibu itu dalam hatiku berbicara, tapi pikiranku tetap saja bertanya-tanya.
Karena
itu aku teringat akan sosok ibuku yang aku sangat sanyangi, dia pengimpirasi
hidupku dan dia penyemangat hidupku. Ibu ku dulu sewaktu aku kecil yah
kira-kira umur ku 2 tahun dia hidup seorang diri karena ayah ku yang selingkuh,
aku bisa merasa kan sakit hati yang di derita ibuku, dia berusaha kerja keras
untuk menghidupiku. Yaa walaupun berselang tak lama dari itu ibu ku nikah lagi
yang sekarang menjadi ayah tiri ku. Dia ayah yang baik tapi awalnya aku tak
merasa kan itu karna dia dulu mungkin sangat membenci ku,, ya aku maklumkan
saja karna mungkin aku anak tirinya.. wajar lah namanya juga anak tiri yang
awalnya sedikiit di benci dan udah gede dia akhirnya mau menerimanya. hehhe ..
Hidup
ibu ku semakin susah setelah ayah tiriku di PHK dari pekerjaanya, dan akhirnya
ibuku berjualan di jalan dengan gerobak yahh kyak gerobak pemulung, dia selalu
membawa barang dagangannya dan aku di dalamnya sungguh aku malu sekali pada
saat itu yah karna teman-teman ku yang aku lihat tak seperti aku mereka bemain
dan aku tidak. Selain itu aku pun sering di ejek oleh orang-orang di sekitar
ku, tapi gimana dengan ibu ku pasti dia melebihi perassanku pada saat itu...
Bila
ku ingat hal itu pastinya mata ku selalu berkaca-kaca ngin rasanya menumpahkan
air mata ku, tapi aku kan di dalam angkutan umum masa aku menagis bisa-bisa
orang berkata yang aneh-aneh lagi. “ pasti di pikiran mereka baru diputusin
pacar kali atau rada setres”haha... hahaha dasar.. sudah lah dengan pengalaman
itu kuselalu tekadkan hidupku untuk
selalu dapat melihatnya tersenyum dan membahagiakannya.. dengan tekad itu insya
ALLAH dengan RidhoNYA serta niat yang baik ku akan menjadi anak yang sukses dan
ku tak kan pernah lagi masuk dalam kehidupan itu lagi... amienn
Cattatan:
seburuk-buruknya kehidupan mu masa lalu ataupun sekarang tetaplah syukuri agar
kau dapat memaknai hidup J.
Tetap bersemangat pasti DIA selalu ada dalam suka dan duka mu.. amien
Tidak ada komentar:
Posting Komentar